Stok Beras Aman, Harga Beras Stabil

Menteri Pertanian (MenTan) Amar Sulaiman melakukan sidak ke Pasar Induk Beras Cipingan (PIBC). Pasar ini dianggap sebagai barometer untuk mengukur ketersediaan beras secara nasional. Berdasarkan sidak yang telah dilakukan di PIBC Menteri Pertanian memastikan bahwa stok beras masih aman, sehingga harga beras tidak akan naik. Semua posisi bahan pangan menempati tempat yang stabil.

Informasi Ketersediaan Beras

Berikut ini beberapa informasi penting terkait dengan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinan (PIBC) serta hal-hal lain yang berkaitan.

  • Ketersediaan beras yang ada di PIBC saat ini 50- 51 ribu ton, jumlah stok beras ini lebih banyak dari pada jumlah stok beras sebelumnya. Terdapat pergerakan harga pada beras jenis medium. Untuk mengantisipasi hal ini pemerintah melalui bulog akan melakukan operasi pasar untuk menjaga laju inflasi yang mungkin dapat terjadi.
  • Ketersediaan beras medium memang menurun, namun terdapat peningkatan beras premium. Biasanya beras premium memiliki spesifikasi 5% broken, namun saat ini beras premium memiliki spesifikasi 15% broken. Hal ini lebih banyak dari pada beras medium. Dampak positif hal ini adalah konsumen akan mengonsumsi beras yang kualitasnya lebih bagus daripada medium. Ketersediaan beras premium di PIBC saat ini mencapai 80% sedangkan beras medium berada di bawah 15%.
  • Bulog telah siap untuk memenuhi permintaan PIBC untuk menambah pasokan beras medium. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan harga beras di pasaran. Bulog menginformasikan bahwa saat ini jumlah beras yang ada di bulog jumlahnya 2,7 ton.
  • Program perubahan pola tanam Kementan akan membuat musim panen terjadi lebih cepat. Hal ini akan menambah ketersediaan beras.
  • Beras merupakan salah satu komoditi pangan yang mampu menyumbangkan tingkat penurunan inflasi. Ketersediaan komoditi pangan yang meliputi beras, daging ayam ras, juga telur tahun ini tidak akan mengalami masalah.

Tantangan Yang Dihadapi Indonesia Untuk Mencapai Ketahanan Pangan

Agar ketersediaan pangan di Indonesia tetap terjaga maka perlu adanya perhatian terhadap faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan. Berikut ini faktor yang dapat memengaruhi ketahanan pangan.

  • Degradasi Lahan

Degradasi lahan dapat berpengaruh terhadap ketersediaan pangan. Saat ini hampir 40% lahan pertanian di dunia mengalami degradasi secara serius. Jika kecenderungan degradasi tanah ini terus terjadi secara terus menerus maka ketersediaan pangan di dunia ini pun semakin berkurang.

  • Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman juga berdampak pada produksi pangan yang pada akhirnya memengaruhi ketersediaan pagan yang ada. Lahan pertanian yang banyak terserang hama maupun penyakit akan mengalami resiko gagal panen yang besar.

  • Krisis Air Global

Krisis air global dapat disebabkan karena adanya pemompaan air yang berlebihan yang menyebabkan tinggi muka air tanah terus menurun. Hal ini memicu kelangkaan air yang dapat berpengaruh pada penurunan produksi pangan.

  • Perebutan Lahan

Beberapa negara kini mulai melakukan gerakan pengamanan lahan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi pangan yang diprioritaskan oleh negaranya. Misalnya Korea Utara melakukan pengamanan lahan di Madagaskar sebagai tempat untuk membudidayakan jagung dan tanaman lain untuk produksi biofuel.

  • Perubahan Iklim

Saat musim kemarau orang pertumbuhan tanaman akan mengalami kekurangan air sedangkan pada musim penghujan resiko banjir pun dapat terjadi hal ini sangat berpengaruh terhadap proses produksi bahan pangan terutama pertanian.

Ketersediaan pangan memang menjadi perhatian utama yang harus diperhatikan bersama.