Belmontcrit

Awal Mula Adanya Tradisi Karangan Bunga

Sejak dahulu kala, bunga sudah menjadi hal yang sering digunakan untuk mengungkapkan berbagai perasaan selain kata-kata. Pada beberapa acara atau upacara adat, selalu ada karangan bunga dengan berbagai warna. Hal tersebut dikarenakan, bunga bisa menjadi simbol kesedihan, harapan, atau kebahagiaan. Oleh karena itu, bunga bisa dijadikan sebagai ungkapan berbagai perasaan. Tidak hanya pada saat ini, tetapi sejak dahulu kala.

Sejarah Karangan Bunga

Sebelum Indonesia merdeka, masyarakat di negeri ini sudah sering menggunakan karangan bunga di berbagai acara. Seperti pada upacara pemakaman para pahlawan, karangan bunga yang dikalungkan pada patung para dewa dan juga pada acara-acara keagamaan lainnya. Bunga tidak hanya dijadikan hiasan pada halaman, ruang pertemuan, atau kamar raja, tetapi juga disusun sedemikian rupa untuk menjadi hiasan di meja makan. Sewa bunga papan di Lampung bisa menjadi alternatif jika Anda ingin memberikan karangan bunga di berbagai acara.

Di Indonesia sendiri, karangan bunga sudah sering digunakan sebagai penghias di berbagai acara. Pada zaman kerajaan Hindu, karangan bunga biasa dipasang pada bangunan kerajaan dan lingkungan istana. Karangan bunga juga menjadi hal utama yang harus ada pada saat upacara pernikahan putri raja dan acara-acara kerajaan lainnya. Bunga juga menjadi salah satu sesajen yang harus selalu ada pada saat upacara persembahan untuk dewa dewi. Pada sekitar abad ke-14 juga sudah terdapat tradisi pelemparan buket bunga yang juga sering kita lihat pada acara resepsi pernikahan seperti saat ini. Di abad ke-14, para pengantin wanita akan melemparkan buket bunga kepada para tamu undangan yang belum menikah. Siapa yang mendapatkan buket bunga tersebut maka dipercaya akan segera menemukan jodohnya.

Tradisi pelemparan buket bunga juga sebetulnya diawali dengan kebiasaan para pengantin wanita pada zaman dahulu yaitu membawa sejumput tanaman liar atau bunga liar yang mengeluarkan aroma tertentu dan dipercaya dapat mengusir berbagai macam penyakit, roh jahat, dan juga nasib sial. Selain itu, pada zaman Romawi, para pengantin wanita juga memakai mahkota bunga sebagai perlambang kesuburan dan kehidupan. Sewa bunga papan di Lampung bisa menjadi alternatif jika Anda ingin memberikan karangan bunga di berbagai acara.

Sejarah Papan Bunga

Berbeda halnya dengan buket bunga yang biasa digunakan sebagai hiasan di acar pernikahan, papan bunga adalah rangkaian bunga yang dipasang pada papan yang dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk tulisan tertentu sebagai ungkapan suka ataupun duka cita. Papan bunga sendiri telah ada di Indonesia sejak sekitar 1970-an. Pada saat itu para perangkai bunga membuat papan bunga yang terbuat dari rumput liar yang ditempelkan dengan sebuah papan dengan ukuran 2×3 meter. Kemudian setelah rumput tersebut melekat pada papan, maka papan tersebut dilapisi kain yang kemudian dirangkai bunga suyok sehingga membentuk tulisan tertentu. Sewa bunga papan di Lampung bisa menjadi alternatif jika Anda ingin memberikan karangan bunga di berbagai acara.

Tradisi Bunga Di Berbagai Benua

Di Benua Asia, khususnya pada tradisi Cina, bunga peoni adalah bunga yang wajib ada pada setiap upacara pernikahan dengan adat Cina. Bunga peoni tersebut pada tradisi pernikahan Cina biasa digunakan sebagai hiasan pada rambut pengantin wanita atau sebagai hadiah.

Sewa bunga papan di Lampung bisa menjadi alternatif jika Anda ingin memberikan karangan bunga di berbagai acara. Di Benua Afrika, bunga hanya digunakan pada upacara pemakaman atau upacara pernikahan saja. Di Benua Amerika, bunga sering dijadikan sebagai kado natal dan tahun baru.