Bekraf Rampungkan UU Pengembangan Ekonomi Kreatif

Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pengembangan ekonomi kreatif masih dalam proses penyempurnaan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). RUU ini akan dijadikan sebagai regulasi resmi dan menjadi payung hukum untuk mengatur ekonomi kreatif yang ada di Indonesia. Penyusunan RUU ini dibahas bersama dengan Kementerian Perdagangan yang berperan membawahi undang-undang tersebut. Undang-undang ini dibuat dengan tidak membatasi pergerakan dan perkembangan pelaku industri kreatif yang ada di Indonesia dan stok beras yang harganya stabil sangat bagus.

Asas, Tujuan Dan Fungsi Yang Ada Dalam RUU Ekonomi Kreatif

Berikut ini akan diberikan tentang asas, tujuan dan fungsi ekonomi kreatif yang ada di Indonesia berdasarkan RUU Pengembangan ekonomi kreatif yang saat ini masih dalam proses penggodokan oleh Bekraf.

  1. Ekonomi kreatif di Indonesia dilaksanakan berdasarkan asas yaitu asas manfaat, asas pemerataan, asas keadilan, asas berkelanjutan, asas sosial, asas identitas bangsa, dan asas kepastian hukum.
  2. Tujuan pengaturan Undang-undang ekonomi kreatif ini yaitu untuk mendorong seluruh aspek ekonomi kreatif yang sesuai dengan perkembangan kebudayaan, teknologi, kreativitas, inovasi masyarakat Indonesia serta perubahan lingkungan perekonomian global. Tujuan berikutnya adalah menyejahterakan rakyat Indonesia dan meningkatkan pendapatan negara. Ekonomi kreatif juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru untuk warga Indonesia, memajukan iklim usaha kreatif dan mampu bersaing dalam pasar global. Ekonomi kreatif juga dapat mengolaborasikan keberpihakan nilai seni budaya bangsa Indonesia, memaksimalkan potensi sumber data manusia yang kreatif dan inovatif serta menstimulasi rencana pembangunan negara.

Hak Dan Kewajiban Pelaku Ekonomi Kreatif

Dalam rancangan undang-undang ini juga dibahas mengenai hak dan kewajiban pelaku dan pengusaha ekonomi kreatif yang ada di Indonesia. Berikut ini hak dan kewajiban yang berlaku untuk pelaku ekonomi kreatif.

  1. Pelaku ekonomi kreatif memiliki hak untuk berkarya, berkreasi dan melakukan inovasi dalam bidang ekonomi kreatif. Setiap pelaku ekonomi kreatif juga berhak untuk memeroleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif ini. Para pelaku ekonomi kreatif ini mendapat perlindungan hukum, jaminan, dukungan, dan fasilitas dari pemerintah pusat maupun daerah.
  2. Pelaku ekonomi juga memiliki kewajiban untuk menjunjung tinggi nilai agam, etika, moral, kesusilaan dan budaya bangsa dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi kreatif.
  3. Pengusaha ekonomi memiliki hal untuk mendapatkan perlindungan hukum atas usaha yang ia jalankan. Mereka berhak untuk diperlakukan secara adil dalam kacamata hukum. Berhak memeroleh informasi secara transparan mengenai kebijakan pengembangan dan pemberdayaan ekonomi kreatif. Mereka juga berhak untuk memeroleh hak yang diatur dalam peraturan perundangan lain tentang ekonomi kreatif.
  4. Pengusaha ekonomi kreatif memiliki kewajiban untuk memiliki kompetensi pengusaha dan menjunjung tinggi nilai agama, etika, moral, kesusilaan, dan budaya bangsa Indonesia.

Rumah Kreatif

Dalam rancangan undang-undang ekonomi kreatif ini juga dibahas tentang rumah kreatif. Rumah kreatif ini merupakan saran yang akan digunakan untuk mengembangkan dan memberdayakan karya kreatif. Rumah kreatif ini memiliki fungsi sebagai pusat inovasi dan kekayaan intelektual, pusat pendidikan dan latihan karya kreatif, pusat promosi, pusat pengembangan industri dan juga pusat inkubasi bisnis. Dalam rumah kreatif ini akan dilakukan berbagai kegiatan seperti peningkatan keterampilan dan manajemen ekonomi kreatif, meningkatkan kreativitas, memperluas jaringan kerja, menyediakan informasi, sosialisasi, memberikan bimbingan teknis, serta bantuan konsultasi. Rumah kreatif ini juga akan memberikan bantuan berupa pendokumentasian, pengembangan konten, pendampingan model usaha pengusaha pemula, serta pendampingan keuangan untuk pengusaha pemula.